Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, arus listrik dari baterai dapat melalui setiap lampu. Suatu rangkaian, dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus disebut rangkaian paralel.

Pada gambar, tiga buah resistor disusun secara paralel dan ujung-ujung ketiga resistor dihubungkan secara bersama-sama ke sumber tegangan, sehingga arus memiliki tiga jalan yang berbeda untuk melewati tiap-tiap resistor.

Berapakah arus yang melalui tiap-tiap resistor? Ini bergantung pada hambatan setiap resistor. Sebagai contoh yaitu, misal beda potensial setiap resistor adalah 12 V. Arus yang melalui sebuah resistor diberikan oleh I = V/R, sehingga kita dapat menghitung arus yang melalui resistor 48 Ω adalah I = (12 V)/(48 Ω ) = 0,25 A. Kuat arus yang melalui dua resistor yang lain, dapat dihitung dengan cara yang sama.

Apakah yang akan terjadi jika hambatan 12 Ω diambil dari rangkaian? Apakah arus yang melewati hambatan 48 Ω berubah? Apakah arus hanya bergantung pada beda potensial dan hambatannya? Apakah kasus ini juga sama jika dilakukan pada hambatan 24 Ω. Cabang sebuah rangkaian paralel tidak bergantung satu dengan yang lain. Lampu yang lain tetap menyala, meskipun salah satu lampu dilepas.

Kuat arus total pada rangkaian paralel merupakan jumlah dari kuat arus masing-masing jalur. Kuat arus total pada rangkaian itu adalah (0,25 A + 0,5 A + 1 A)

= 1,75 A.

Dalam sebuah rangkaian paralel, kebalikan, resistansi total adalah sama dengan jumlah kebalikan tiap resistansi.

Hambatan pengganti pada rangkaian paralel dapat ditentukan dengan persamaan :

Catatan: hambatan ini adalah lebih kecil daripada hambatan tiap-tiap resistor dari ketiga resistor yang dihubungkan secara paralel dalam rangkaian tersebut. Penempatan dua atau lebih resistor dalam rangkaian paralel, selalu mengurangi besar hambatan pengganti pada rangkaian tersebut. Hambatan tersebut menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru, dan meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. Untuk menghitung hambatan pengganti pada rangkaian paralel, pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah arus yang melalui cabang.

Jika IA, IB, dan IC adalah arus yang melalui cabang dan I adalah arus total, maka I = IA + IB + IC.

Beda potensial diantara ujung-ujung tiap-tiap resistor adalah sama, sehingga arus yang melalui tiap-tiap resistor, misalnya RA dapat ditentukan dari IA = V/RA.

Contoh

Resistor 4 Ω, resistor 6 Ω , dan resistor 12 Ω dihubungkan

secara paralel pada ujung-ujung baterai 3 V. Berapakah

hambatan ekivalen rangkaian tersebut? Berapakah besar

arus dalam rangkaian tersebut?

Langkah-langkah Penyelesaian

Apa yang diketahui?

RA = 4 Ω, RB = 6 Ω, dan RC = 12 Ω dirangkai paralel

Vsumber = 3 V

Apa yang ditanyakan?

– hambatan pengganti, R

– kuat arus, I

Jawab

a) Menentukan hambatan pengganti ketiga resistor

1 1 +   1 +   1

Rpar 4        6     12

1 3 +   2 +   1

Rpar 12    12     12

1 =   6

Rpar 12

Rpar = 12

6

Rpar = 2 Ω

b)Menentukan kuat arus pada rangkaian

I = V

R

I = 3 A

2

I = 1,5 A

Soal Latihan

1. Dua buah hambatan, masing-masing sebesar 10 Ω dan 15 Ω dirangkai paralel dan dihubungkan dengan beda potensial 9 V. Tentukan hambatan penggantinya dan kuat arus pada rangkaian!

2. Resistor 12 Ω, 15 Ω, dan 20 Ω dirangkai paralel  dan dihubungkan dengan beda potensial 12 V. Berapakah hambatan penggantinya? Berapakah kuat arus yang melalui hambatan tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s